Rabu, 14 Desember 2016

Pendidikan Kewarganegaraan "Politik dan Strategi Nasional"

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang 
      Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berkedaulatan dan merdeka dimana bangsa yang merdeka tentunya akan mengatur urusan dalam negerinya sendiri tanpa ada campur tangan lagi dari negara luardalam urusan pemerintahan. Sejak peristiwa proklamasi di tahun 1945, terjadi perubahan yang sangat mendasar dari negara Indonesia, terutama yang berkaitan dengan kedaulatan dan sistem pemerintahan dan politik. Pada awal masa kemerdekaan, kondisi politik Indonesia belum sepenuhnya baik. Kondisi Indonesia masih belum tertata dengan baik dan belum stabil. Tetapi, setelah beberapa tahun berjalan kondisi internal Indonesia sudah mulai teratur dan membaik. Selamgkah demi selangkah Indonesia mulai membenahi dan mengatur sistem pemerintahannya sendiri.
     Di zaman yang serba modern dengan mulai lunturnya rasa nasionalisme banyak pemuda Indonesia yang tidak mengerti akan makna politik bebas aktif yang digunakan oleh Indonesia, dan tidak sedikit di antara mereka yang salah mengartikan makna politik bebas aktif tersebut. Oleh karena itu, akan membahas tentang Politik dan Strategi Nasional.

1.2 Rumusan Masalah
      Adapun rumusan masalahnya yaitu:
1. Apa yang dimaksud otonomi daerah?
2. Bagaimana implementasi dari politik dan strategi nasional?
3. Bagaimana keberhasilan dari politik dan strategi nasional?

1.3 Tujuan
      Untuk mengetahui apa itu otonomi daerah, bagaimana implementasi dari politik dan strategi nasional, bagaimana keberhasilan dari politik dan strategi nasional, sebagai salah satu persyaratan tugas Pendidikan Kewarganegaraan.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Otonomi Daerah
      Otonomi daerah di Indonesia adalah hak, wewenang dan kewajiban daerah otonomi untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Terdapat dua nilai dasar yang dikembangkan dalam UUD 1945 berkenaan dengan pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah di Indonesia, yaitu:
1.   Nilai Unitaris yang diwujudkan dalam pandangan bahwa Indonesia tidak mempunyai kesatuan pemerintahan lain di dalamnya yang bersifat negara ("Eenheidstaat") yang berarti kedaulatan yang melekat pada rakyat, bangsa dan negara Republik Indonesia tidak akan terbagi di antara kesatuan-kesatuan pemerintahan dan
2.   Nilai dasar Desentralisasi Teritorial dari isi dan jiwa pasal 18 UUD 1945 beserta penjelasannya sebagaimana tersebut di atas maka jelaslah bahwa pemerintah diwajibkan untuk melaksanakan politik desentralisasi dan dekonsentrasi di bidang ketatanegaraan.    
 
Dikaitkan dengan dua nilai dasar tersebut di atas, penyelenggaraan desentralisasi di Indonesia berpusat pada pembentukan daerah-daerah otonomi dan penyerahan sebagian kekuasaan dan kewenangan pemerintah pusat ke pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus sebagian kekuasan dan kewenangan tersebut. Adapun titik berat pelaksanaan otonomi daerah adalah pada Daerah Tingkat II (Dati II) dengan beberapa dasar pertimbangan

   1. Dimensi Politik Dati II dipandang kurang mempunyai fanatisme kedaerahan sehingga gerakan seperti separatisme dan peluang berkembangnya aspirasi federalis relatif minim

   2. Dimensi Administratif penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat relatif dapat lebih efektif

   3. Dati II adalah daerah "ujung tombak" pelaksanaan pembangunan sehingga Dati-II lah yang lebih tahu kebutuhan dan potensi rakyat di daerahnya.

Atas dasar itulah, prinsip otonomi yang dianut adalah:
1.   Nyata , otonomi secara nyata diperlukan sesuai dengan situasi dan kondisi obyektif di daerah
2.   Bertanggung Jawab, pemberian otonomi diselaraskan/diupayakan untuk memperlancar pembangunan di seluruh pelosok tanah air
3.   Dinamis, pelaksanaan otonomi selalu menjadi sarana dan dorongan untuk lebih baik dan lebih maju

2.2 Implementasi Politik dan Strategi Nasional
      Politik Nasional pada hakekatnya sama dengan Kebijakan Nasional sebagai landasan serta arah bagi penyusunan konsep strategi nasional. Dalam penyusunan politik nasional hal-hal yang perlu diperhatikan secara garis besar adalah kebutuhan pokok nasional yang meliputi masalah kesejahteraan umum dan masalah keamanan dan pertahanan negara.
     Oleh karena upaya untuk mewujudkan kebutuhan pokok nasional yang juga pada hakikatnya merupakan cita-cita dan tujuan nasional, dilakukan melalui pembangunan, maka politik nasional disebut politik pembangunan.

Implementasi Politik dan Strategi Nasional dalam bidang bidang pembangunan nasional
Garis-garis Besar Haluan Negara sebagai arah penyelenggaraan negara dan segenap rakyat Indonesia, kaidah pelaksanaannya sbb:
1.   Presiden menjalankan tugas penyelenggaraan negara, berkewajiban untuk mengarahkan semua potensi dan kekuatan pemerintahan dalam melaksanakan dan mengendalikan pembangunan nasional
2.   DPR, MA, BPK dan DPA berkewajiban melaksanakan GBHN sesuai dengan fungsi, tugas, dan wewenangnya berdasarkan UUD 1945  
3.   Semua lembaga tinggi negara berkewajiban menyampaikan laporan pelaksanaan GBHN dalam sidang tahunan MPR sesuai dengan fungsi, tugas, dan wewenangnya berdasarkan UUD 1945
4.   GBHN dalam pelaksanaan dituangkan dalam Program Pembangunan Negara Lima Tahun
5.   PROPENAS dirinci dalam Rencana Pembangunan Tahunan yang memuat APBN dan ditetapkan Presiden bersama DPR

2.3 Keberhasilan Politik dan Strategi Nasional
       Politik dan Strategi Nasional Indonesia akan berhasil dengan baik dan memiliki manfaat yang seluas-luasnya bagi peningkatan kesejahteraan dan kebahagiaan seluruh rakyat, jikalau para warga megara terutama para penyelenggara negara memiliki moralitas, semangat, serta sikap mental yang mencerminkan kebaikan yang mana nantinya menjadi panutan gati warganya.
        Dengan demikian ketahanan nasional Indonesia akan terwujud dan akan menumbuhkan kesadaran rakyat untuk bela negara, serta kesadaran nasionalisme yang tinggi namun bermoral Ketuhanan Yang Maha Esa serta Kemanusiaan yang adil dan beradab.


BAB III
PENUTUP


Kesimpulan 
     Otonomi daerah di Indonesia adalah hak, wewenang dan kewajiban daerah otonomi untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Politik Nasional pada hakekatnya sama dengan Kebijakan Nasional sebagai landasan serta arah bagi penyusunan konsep strategi nasional

Daftar Pustaka
- https://alfisatrianti.wordpress.com/2013/06/11/politik-dan-strategi-nasional-otonomi-daerah-implementasi-polstranas-dan-keberhasilan-polstranas/
- http://irwansahaja.blogspot.co.id/2014/07/makalah-politik-dan-strategi-nasional.html

Pendidikan Kewarganegaraan "KETAHANAN NASIONAL"

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
      Setiap bangsa sudah pasti mempunyai cita-cita yang ingin diwujudkan dalam hidup dan kehidupan nyata. Cita-cita itu merupakan arahan dan atau tujuan yang sebenar-benarnya dan mempunyai fungsi sebagai penentu arah dari tujuan nasionalnya. Namun demikian, pencapaian cita-cita dan tujuan nasional itu bukan sesuatu yang mudah diwujudkan karena dalam perjalanannya kearah itu akan muncul energi baik yang positif maupun negatif yang memkasa suatu bangsa untuk mencari solusi terbaik, terarah, konsisten, efektif dan efisien.
      Energi positif itu bisa muncul dari dua situasi kondisi yaitu dalam negri dan luar negri. Kedua situasi kondisi itu akan menjadi motor dan stimulan untuk membangun ketahanan nasional yang holistik dan komprehensif. Di sisi lain, energi negatif juga muncul dari dua stiuasi kondisi tadi, yang biasanya menjadi penghambat dan rintangan untuk membangun ketahanan nasional. Energi negatif biasanya muncul secara parsial tetapi tidak bisa dipungkiri dalam banyak hal merupakan suatu produk yang tersistem dan terstrukutur dengan rapi dalam sistem operasional yang memakan waktu lama.
      Energi positif tersebut dalam wacana biasanya disebut dengan daya dan upaya penguatan pembangunan suatu bangsa dalam rangka mencapai cita-cita dan tujuan nasional. Sementara itu, energi negatif cenederung untuk menghambat dengan tujuan akhir melemahkan bahkan menghancurkan suatu bangsa. 
      Kemampuan, kekuatan, ketangguhan dan keuletan sebuah bangsa melemahkan dan atau menghancurkan setiap tantangan, ancaman, rintangan dan gangguan itulah yang disebut dengan Ketahanan Nasional. Oleh karena itu, ketahanan nasioanal mutlak senantiasa untuk dibina dan dibangun serta ditumbuh kembangkan secara terus-menerus dengan simultan dalam upaya mempertahankan hidup dan kehidupan bangsa. Lebih jauh dari itu adalah makin tinggi tingkat ketahanan nasional suatu bangsa maka kuat pula posisi bangsa itu dalam pergaulan dunia.


1.2 Rumusan Masalah
      Adapun rumusan masalahnya yaitu:
1. Bagaimana pengaruh aspek ketahanan nasional pada kehidupan berbangsa dan bernegara?
2. Bagaimana keberhasilan ketahanan nasional Indonesia?

1.3 Tujuan
      Untuk mengetahui pengaruh aspek Ketahanan Nasional pada kehidupan berbangsa dan bernegara, untuk mengetahui Keberhasilan Ketahanan Nasional Indonesia dan sebagai salah satu persyaratan tugas Pendidikan Kewarganegaraan. 



BAB II
PEMBAHASAN 

2.1 Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional pada Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
       Sesungguhnya Ketahanan Nasional merupakan suatu gambaran dari kondisi sistem tata kehidupan nasional dalam berbagai aspek pada saat-saat tertentu. Tiap aspek didalam tata kehidupan nasional relative berubah menurut waktu, ruang dan lingkungan terutama pada aspek-aspek dinamis sehingga interaksinya menciptakan kondisi umum yang amat sulit dipantau, karena sangat kompleks. Dalam rangka memahami dan membina tata kehidupan nasional itu, perlu suatu pemyederhanaan tertentu dari berbagai aspek kehidupan nasional, dalam bentuk model yang merupakan hasil pemetaan dari keadaan nyata, melalui suatu kesepakatan dari hasil analsis yang mendalam yang didasarkan oleh teori hubungan manusia dengan Tuhan, dengan manusia atau masyarakat dan dengan lingkungan sekitar. 
Berdasarkan pemahaman tentang hubungan tersebut diperoleh gambaran bahwa konsepsi Ketahanan Nasional akan menyangkut hubungan antar-aspek yang mendukung kehidupan, yaitu:
1. Pengaruh aspek Ideologi 
     Ideologi adalah suatu sistem nilai yang merupakan ajaran yang memberikan motivasi. Secara teori, suatu ideologi bersumber dari suatu aliran pikiran atau falsafah pelaksanaan dari sistem itu sendiri. Ideologi besar yang ada di dunia adalah 

    a. Liberalisme
        Aliran pikiran yang bersifat perorangan atau disebut individualistik. Menurut aliran ini, kepentingan harkat dan martabat manusia, dijunjung tinggi sehingga masyarakat tiada lebih dari jumlah orang anggotanya saja tanpa ikatan nilai tersendiri. Hak dan kebebasan seseorang dibatasi oleh hak yang sama yang dimiliki sesame, bukan oleh kepentingan masyarakat seluruhnya.

    b. Komunisme
         Aliran beranggapan bahwa suatu Negara adalah susunan golongan untuk menindas kelas lain. Kelas atau golongan ekonomi kuat menindas ekonomi yanh lemah. 

    c. Paham Agama
        Negara membina kehidupan keagamaan umat dengan sifat spiritual religius. Dalam bentuk lain Negara melaksanakan hukum atau ketentuan agama dalam kehidupan dunia, Negara berdasarkan agama. 
  
2. Pengaruh aspek Politik
    Politik berasal dari kata "Politics" dan atau "Policy" artinya berbicara politik akan mengandung makna kekuasaan (pemerintahan) atau juga kebijaksanaan. Pemahaman itu berlaku di Indonesia dengan tidak memisahkan antara politics dan policy sehingga kita menganut satu paham yaitu politik. Politik di Indonesia harus dapat dilihat dalam konteks Ketahanan Nasional ini yang meliputi 2 bagian utama, yaitu:

        a. Politik dalam Negri
            Politik dalam Negri merupakan politik dan kenegaraan berdasarkan pancasila dan UUD 1945 yang mampu menyerap aspirasi dan dapat mendorong pastisipasi dalam suatu sistem yang unsur-unsurnya terdiri dari struktur politik, proses politik, budaya politik dan komunikasi politik.

        b. Politik Luar Negri
             Politik Luar Negri adalah satu sarana pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan antar bangsa. Politik luar negri Indonesia di dasari pada pembukaan UUD 1945 yakni melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial serta anti penjajahan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. 

2. Pengaruh Aspek Ekonomi
    Perekonomian adalah salah stau aspek kehidupan naisonal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat, meliputi produksi, distribusi serta konsumsi barang dan jasa. Usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara individu maupun kelompok serta cara-cara yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat untuk memenuhi kebutuhan. Sistem perekonomian yang dianut oleh suatu Negara akan memberi corak dan warna terhadap kehidupan perekonomian dari Negara itu. 

3. Pengaruh aspek sosial budaya
    Istilah sosial budaya mencakup dua segi utama kehidupan bersaman manusia yaitu segi sosial dimana manusia demi kelangsungan hidupnya harus mengadakan kerja sama dengan manusia lainnya. Sementara itu segi budaya merupakan keseluruhan tata nilai dan cara hidup dalam tingkah laku dan hasil tingkah lakunya. 

4. Pengaruh aspek pertahanan dan keamanan 
    Pertahanan dan kemanana Indonesia adalah kesemestaan daya upaya seluruh rakyat Indonesia sebagai satu sistem pertahanan dan keamanan dalam memepertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup dan kehidupan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pertahanan dan keamanan dilaksanakan dengan menyusun, mangarahkan dan menggerakan seluruh potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat di seluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi yang diadakan oleh pemerintah dan negara Indonesia dengan TNI dan polri sebagai inti pelaksana.   

2.2 Keberhasilan Ketahanan Nasional Indonesia
      Keberhasilan yang diperoleh dari Ketahanan Nasional yaitu:
1.   Memiliki semngat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang berupa keuletan dan ketangguhan yang tidak mengenal menyerah yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi segala ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam,  untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara, serta perjuangan mencapati tujuan nasional.

2.   Sadar dan peduli terhadap pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideolohi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan sehingga setiap warga negara Indonesia baik secara individu  maupun kelompok dapat mengeliminir pengaruh tersebut, karna bangsa Indonesia cinta damai akan tetapi lebih cinta kemerdekaan. Hal itu tercermin akan adanha kesadaran bela negara dan cinta tanah air. 

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
      Ketahanan Nasional merupakan suatu gambaran dari kondisi sistem tata kehidupan nasional dalam berbagai aspek pada saat-saat tertentu

Daftar Pustaka
- Muchji, Achmad, dkk. 2007. Pendidikan Kewaganegaraan. Jakarta : Universitas Gunadarma
- https://faisalarifsandi.wordpress.com/2015/05/29/pengaruh-dan-keberhasilan-ketahanan-nasional-indonesia/
- https://kumpulansebuahskripsi.blogspot.co.id/2014/11/contoh-makalah-pkn-tentang-ketahanan.html

Minggu, 06 November 2016

WAWASAN NUSANTARA



BAB I
PENDAHULUAN 

1.1 Latar Belakang
      Bangsa Indonesia kaya akan sosial budaya, sumber daya alam, dan sejarah. Dengan Kekayaan tersebut, menjadikan bangsa Indonesia ini memiliki tujuan dan cita-cita, agar apa yang telah dimilikinya dapat dijadikan sebuah pencapaian dari sebuah perjuangan seperti halnya saat Indonesia terlepas dari penjajahan. Bukan sebatas terlepas dari penjajahan namun, bangsa Indonesia harus mewujudkan cita-cita bangsa, karena sebuah kemerdekaan itu bukan sebuah pencapaian hasil dalam perjuangan, melainkan hanya sebagai alat untuk mewujudkan tujuan nasional serta cita-cita dari bangsa tersebut, khususnya oleh bangsa Indonesia.

1.2 Rumusan Masalah
      Adapun rumusaman masalah yaitu:
1. Bagaimana latar belakang filosofis wawasan nusantara?
2. Bagaimana implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan nasional?
3. Apa pengertian wawasan nusantara?

1.3 Tujuan
      Untuk mengetahui latar belakang filosofis wawasan nusantara, mengetahui implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan nasional, dan untuk memenuhi salah satu persyaratan tugas Pendidikan Kewarganegaraan.


BAB II
ISI


2.1 Latar Belakang Filosofis Wawasan Nusantara

1. Pemikiran berdasarkan Filsafah Pancasila
    Berdasarkan falsafah Pancasila, manusia Indonesia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang mempunyai naluri, akhlak, daya pikir, dan sadar akan keberadaaan yang serba terhubung dengan sesamanya, lingkungannya, alam semesta, dan penciptanya. Kesadaran ini menumbuhkan cipta, karsa, dan karya untuk mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya dari generasi ke generasi. Berdasarkan kesadaran yang dipengaruhi oleh lingkungannya, manusia Indonesia memiliki motivasi antara lain untuk menciptakan suasana damai dan tentram menuju kebahagiaan serta menyelenggarakan keteraturan dalam membina hubungan antarsesama.
Dengan demikian, nilai-nilai Pancasila sesungguhnya telah bersemayam dan berkembang dalam hati sanubari dan kesadaran bangsa Indonesia. Nilai-nilai Pancasila juga tercakup dalam penggalian dan pengembangan wawasan nasional sebagai berikut:

a. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
    Dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketaqwaan       terhadap Tuhan yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

b. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
    Dalam sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, bangsa Indonesia mengakui, menghargai dan           memberikan hak dan kebebasan yang sama kepada setiap warganya untuk menerapkan HAM.

c. Sila Persatuan Indonesia
    Dengan sila Persatuan Indonesia, bangsa Indonesia lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan       negara.

d. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
    Dengan sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam                                           Permusyawaratan/Perwakilan, bangsa Indonesia mengakui bahwa dalam pengambilan keputusan         yang menyangkut kepentingan bersama diusahakan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat.

e. Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
    Dalam sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, bangsa Indonesia mengakui dan                 menghargai warganya untuk mencapai kesejahteraan yang setinggi-tingginya sesuai dengan karya       dan usahanya masing-masing.

    Dari uraian diatas tampak bahwa wawasan kebangsaan atau wawasan nasional yang dianut dan dikembangkan oleh bangsa Indonesia merupakan pamcaran dari Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia. Karena itu wawasan nasional Indonesia menghendaki terciptanya persatuan dan kesatuan tanpa menghilangkan ciri, sifat dan karakter dari kebinekaan unsur-unsur pembentuk bangsa.

2. Pemikiran berdasarkan Aspek Sosial Budaya
    Budaya atau kebudayaan dalam arti etimologid adalah segala sesuatu yang dihasilkan oleh kekuatan budi manusia, Karena manusia tidak hanya bekerja dengan kekuatan budinya, melainkan juga dengan perasaan, imajinasi dan kehendaknya menjadi lebih lengkap jika kebudayaannya diungkap sebagai cita, rasa, dan karsa (budi, perasaan, dan kehendak). Masayarakat Indoensia sejak awal terbentuk dengan ciri kebudayaan yang sangat beragam yang muncul karena pengaruh ruang hidup berupa kepualuan dimana ciri alamiah tiap-tiap pulau berbeda-beda.

2.2 Implementasi Wawasan Nusantara dalam Kehidupan Nasional
      Penerapan Wawasan Nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan negara.
a. Implementasi dalam Kehidupan Politik adalah menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis, mewujudkan pemerintahan yang kuat, aspiratif, dipercaya.
b. Implementasi dalam Kehidupan Ekonomi adalah menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merata dan adil.
c. Implementasi dalam Kehidupan Sosial Budaya adalah menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui, menerima dan menghormati segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan yang hidup disekitarnya dan merupakan karunia sang pencipta.
d. Implementasi dalam Kehidupan Pertahanan Keamanan adalah menumbuhkan kesadaran cinta tanah air dan membentuk sikap bela negara pada setiap WNI.

2.3 Pengertian Wawasan Nusantara

1. Prof. Dr. Wan Usman
    Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepualauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.

2. Kelompok Kerja LEMHANAS 1999
    Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.
     Sedangkan pengertian yang digunakan sebagai acuan pokok ajaran dasar Wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia adalah:
Cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.
   

BAB III
PENUTUP   


3.1 Kesimpulan
      Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

3.2 Saran
      Dengan adanya wawasan nusantara kita harus dapat memiliki sikap dan perilaku yang sesuai kejuangan, cinta tanah air serta rela berkorban bagi nusa dan bangsa. Dalam kaitannya dengan pemuda penerus bangsa hendaknya ditanamkan sikap wawasan nusantara sejak dini sehingga kecintaan terhadap bangsa dan negara lebih meyakini dan lebih dalam 


DAFTAR PUSTAKA

  • http://maymaynovitaa.blogspot.co.id/2015/04/latar-belakang-filosofis-implementasi.html
  • Buku Pendidikan Kewarganegaraan dan Seri Diktat Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Gunadarma
  • http://makalah15.blogspot.co.id/2015/02/makalah-wawasan-nusantara-lengkap.html
  • http://puputfatika17.blogspot.co.id/2015/04/makalah-wawasan-nusantara.html
  • http://anissyafitri.blogspot.co.id/2013/04/wawasan-nusantara-dan-latar-belakang.html

Kamis, 06 Oktober 2016

Pendidikan Kewarganegaraan "HAM"

HAK ASASI MANUSIA 


BAB I 
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
       Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak-hak yang dimiliki manusia sejak lahir yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapapun. Hak Asasi dilandasi dengan sebuah kebebasan setiap individu dalam menentukan jalan hidupnya. Hak-hak ini berisi tentang kesamaan atau keselerasan tanpa membeda-bedakan suku, golongan, keturunan, jabatan, agama dan lain sebagainya antara setiap manusia yang hakikatnya adalah sama-sama makhlup ciptaan Tuhan. Perlu diingat bahwa dalam hal pemenuhan hak, kita hidup tidak sendiri dan kita hidup bersosialisasi dengan orang lain. Jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM terhadap orang lain dalam usaha perolehan atau pemenuhan HAM pada diri kita sendiri. Hakikat Hak Asasi Manusia itu sendiri adalah merupakan upaya menjaga keselamatan eksistensi manusia secara utuh melalui aksi keseimbangan antara kepentingan perseorangan dan kepentingan umum. Begitu juga upaya menghormati, melindungi, dan menjunjung tinggi HAM menjadi kewajiban dan tanggung jawab bersama antara individu, pemerintah dan Negara.

1.2 Rumusan Masalah
      Adapun rumusan masalah pada makalah ini sebagai berikut:
  1. Apa pengertian dan ruang lingkup Hak Asasi Manusia?
  2. Apa saja ciri dan tujuan Hak Asasi Manusia?
  3. Penjelasan Hak Asasi Manusia pada tataran Global
  4. Bagaimana perkembangan Hak Asasi Manusia di Indonesia?
  5. Apa saja contoh-contoh pelanggaran Hak Asasi Manusia?

1.3 Tujuan
      Adapun tujuannya untuk mengetahui Hak Asasi Manusia dan memenuhi salah satu persyaratan tugas Pendidikan Kewarganegaraan.



BAB II
ISI

2.1 Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM)
      HAM adalah hak-hak dasar yang melekat pada diri manusia, tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia. Hak Asasi Manusia (HAM) secara tegas di atur dalam Undang-Undang No.39 tahun 1999 pasal 2 tentang asas-asas dasar menyatakan "Negara Republik Indonesia mengakui dan menjujung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia sebagai hak yang secara kodrati melekat pada dan tidak terpisahkan dari manusia yang harus dilindungi, dihormati, dan ditegakkan demi peningkatan martabat kemanusiaan, kesejahteraan, kebahagiaan dan kecerdasan serta keadilan." Hak Asasi Manusia sebagai anugerah dari Tuhan.

Ruang lingkup Hak Asasi Manusia (HAM) meliputi:
  1. Hak pribadi, contohnya hak kemerdekaan, hak menyatakan pendapat, hak memeluk agama, hak-hak persamaan hidup, kebebasan, keamanan, dan lain-lain
  2. Hak asasi politik yaitu hak untuk diakui sebagai warga negara. Contohnya memlih dan dipilih, hak berserikat dan berkumpul
  3. Hak asasi ekonomi, contohnya hak memiliki sesuatu, hak mengarahkan perjanjian, hak bekerja
  4. Hak asasi sosial dan kebudayaan, contohnya mendapatkan pendidikan, hak mendapatkan santunan, hak pensiun
  5. Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan Pemerintah
2.2 Ciri dan Tujuan Hak Asasi Manusia
      Hak Asasi Manusia pada dasarnya bersifat umum karena diyakini bahwa beberapa hak yang dimiliki manusia tidak memiliki perbedaan atas ras, bangsa, atau jenis kelamin
Berdasarkan beberapa rumusan HAM di atas, dapat ditarik kesimpulan tentang ciri pokok hakikat HAM yaitu sebagai berikut:
  1. HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun diwarisi. HAM merupakan bagian dari manusia secara otomatis
  2. HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis, pandangan politik, atau asal usul sosial dan bangsanya
  3. HAM tidak bisa dilanggar. Tidak seorangpun mempunyai hak untuk melanggar dan membatasi orang lain
Tujuan Hak Asasi Manusia, sebagai berikut:
  1. HAM adalah alat untuk melindungi orang dari kekerasan dan kesewenang-wenangan 
  2. HAM mengembangkan saling menghargai antar manusia 
  3. HAM mendorong tindakan yang dilandasi kesadaran dan tanggung jawab untuk menjamin bahwa hak-hak orang lain tidak dilanggar
2.3 Hak Asasi Manusia (HAM) pada tataran Global 
      Sebelum konsep HAM diratifikasi PBB, terdapat beberapa konsep utama mengenai HAM yaitu:  
 
a. HAM menurut konsep Negara-negara Barat
  1. Ingin meninggalkan konsep Negara yang mutlak 
  2. Ingin mendirikan federasi rakyat yang bebas
  3. Filosofi dasar: hak asasi tertanam pada dri individu manusia
  4. Hak asasi lebih dulu ada daripada tatanan Negara
b. HAM menurut konsep sosialis
  1. Hak asasi hilang dari individu dan terintegrasi dalam masyarakat
  2. Hak asasi tidak ada sebelum Negara ada
  3. Negara berhak membatasi hak asasi manusia apabila situasi menghendaki
c. HAM menurut konsep bangsa-bangsa Asia Afrika:
  1. Tidak boleh bertentangan ajaran agama sesuai dengan kodratnya
  2. Masyarakat sebagai keluarga besar, artinya penghormatan utama terhadap kepala keluarga
  3. Individu tunduk kepada kepala adat yang menyangkut tugas dan kewajiban sebagai anggota masyarakat
d. HAM menurut konsep PBB
  1. Hak untuk hidup
  2. Kemerdekaan dan keamanan badan 
  3. Hak untuk mendapat jaminan hukum dalam perkara pidana
  4. Hak untuk masuk dan keluar wilayah suatu Negara
  5. Hak untuk diakui kepribadiannya menurut hukum
  6. Hak untuk mendapat hak milik atas benda
  7. Hak untuk bebas mengutarakan pikiran dan perasaan
  8. Hak untuk bebas memeluk agama
  9. Hak untuk mendapatkan pekerjaan
  10. Hak untuk berdagang
  11. Hak untuk mendapatkan pendidikan
  12. Hak untuk turut serta dalam gerakan kebudayaan masyarakat
  13. Hak untuk menikmati kesenian dan turut serta dalam kemajuan keilmuan
2.4 Perkembangan Hak Asasi Manusia di Indonesia
      Sejak kemerdekaan tahun 1945 sampai sekarang di Indonesia telah berlaku tiga Undang-Undang dalam 4 periode yaitu:
  1. Periode 18 Agustus 1945 sampai 27 Desember 1949, berlaku UUD 1945
  2. Periode 27 Desember 1949 sampai 17 Agustus 1950, berlaku Konstitusi Republik Indonesia Serikat 
  3. Periode 17 Agustus 1950 sampai 5 juli 1959, berlaku UUDS 1950
  4. Periode 5 juli 1959 sampai sekarang, berlaku kembali UUD 1945
2.5 Pelanggaran Hak Asasi Manusia
      Banyak macam Pelanggaran HAM di Indonesia, dari sekian banyak kasus HAM yang terjadi tidak sedikit juga yang belum tuntas secara hukum, hal itu tentu saja tak lepas dari kemauan dan itikad baik pemerintah untuk menyelesaikannya sebagai pemegang kekuasaan sekaligus pengendali keadilan bagi bangsa ini.
a. Kasus pelanggaran HAM yang bersifat berat, meliputi:
  1. Pembunuhan masal (genosida: setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagaian kelompok bangsa)
  2. Pembunuhan sewenang-wenang atau di luar putusan pengadilan 
  3. Penyiksaan
  4. Penghilangan orang secara terpaksa
  5. Perbudakan atau diskriminasi yang dilakukan secara sistematis
b. Kaus pelanggaran HAM yang biasa, meliputi:
  1. Pemukulan
  2. Penganiayaan
  3. Pencemaran nama baik
  4. Menghalangi orang untuk mengekspresikan pendapatnya


BAB III
PENUTUP 

3.1 Kesimpulan
       Berdasarkan isi dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan, HAM adalah hak-hak dasar yang melekat pada diri manusia, tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia. Setiap individu mempunyai keinginan agar HAM-nya terpenuhi, tapi satu hal yang perlu kita ingat bahwa jangan pernah melanggar atau menindas HAM orang lain. Dalam kehidupan bernegara HAM diatur dan dilindungi oleh seseorang, perundang-undangan RI, dimana setiap bentuk pelanggaran HAM baik yang dilakukan oleh sesorang, kelompok atau suatu instansi atau bahkan suatu Negara akan diadili dalam pelaksanaan peradilan HAM, pengadilan HAM menempuh proses pengadilan melalui hukum acara peradilan HAM sebagaimana terdapat dalam Undang-Undang pengadilan HAM.

3.2 Saran
      Sebagai makhluk sosial kita harus mampu mempertahankan dan memperjuangkan HAM kita sendiri. Di samping itu kita juga harus bisa menghormati dan menjaga HAN orang lain jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM. Dan jangan sampai pula HAM kita dilanggar dan diinjak-injak oleh orang lain. Jadi dalam menjaga HAM kita harus menyelaraskan dan mengimbangi antara HAM kita dengan orang lain.




DAFTAR PUSTAKA


  • https://docs.google.com/document/d/1AZVJLuFYoQKNvc1RvXKFZZqJpkZm3Me7lqycYvB2-Vc/preview
  • http://wwwmakalahkimiadasar.blogspot.co.id/2015/10/makalah-ham.html
 

Senin, 27 Juni 2016

Dampak pemasangan WiFi di Rumah

Di zaman yang serba modern ini. Teknologi semakin berkembang dengan adanya handphone tidak menjadi salah satu faktor perubahan seseorang, tetapi internet juga menjadi faktor perubahan seseorang. Pada zaman sekarang semua aplikasi membutuhkan internet. Hari demi hari terciptalah WiFi dimana kita dapat mengakses internet tanpa kabel. Kali ini saya akan membahas sedikit tentang memasang WiFi di rumah.




Mengakses internet via WiFi memang sangat di inginkan oleh masyarakat yang kecanduan dengan internet. Bagaimana tidak? karena mengakses internet via WiFi sangat cepat, tidak ada batasan kuota, Jam berapa pun, kapan pun akan selalu terhubung. Ada pula dampak positif dan negatifmemasang WiFi di rumah. Pertama Saya akan membahas dampak positif terlebih dahulu.

Dampak Positif memasang WiFi di Rumah: 
Dampak positif memasang WiFi di rumah yaitu kita jadi lebih sering di rumah, tidak perlu membeli kuota yang besar karena membeli kuota lebih mahal daripada kita tidak memasang WiFi. Lebih efisien dan tidak ribet bila mengakses internet. Kita jadi lebih mudah untuk mengerjakan tugas ataupun pekerjaan yang menggunakan internet.



Dampak Negatif memasang WiFi di Rumah:
Dampak negatifnya itu terjadi perubahan perilaku pada seseorang. Seseorang jadi suka menunda mandi, sarapan atau pun kegiatan lainnya. Karena sedang keasikan mengakses internet. Dan membuat manusia kecanduan. Apabila kita suka menonton video menggunakan youtube kita jadi tidak bisa meninggalkan handphone sedikit pun itu membuat mata juga menjadi rusak. Dan terutama dampak negatif ini adalah bagi kesehatan karena WiFi memancarkan radiasi yang berbahaya untuk kesehatan manusia.
  

Tidak banyak yang Saya dapat jelaskan, semoga ini bermanfaat. Dan yang terpenting adalah harus bisa membatasi diri dalam pengaksesan internet. 


Jumat, 22 April 2016

Iwan Setyawan penulis "9 Summers 10 Autumns"




Iwan Setyawan menulis novel 9 Summers 10 Autumns Dari Kota Apel ke The Big Apple berdasarkan kisah nyata Iwan Setyawan dalam perjuangan hidupnya untuk menjadi seorang yang sukses dan keluar dari kemiskinan keluarganya.
Iwan Setyawan lahir di Batu 2 Desember 1974. Ayahnya seorang sopir angkot yang tidak bisa mengingat tanggal lahirnya. Dia hanya ingat pendidikannya sampai kelas 2 SMP. Ibunya tidak bisa menyelesaikan sekolahnya di SD. Iwan Setyawan memiliki 4 saudara perempuan. Meskipun kedua orang tuanya tidak bisa menyelesaikan pendidikannya tetapi mereka sangat memperpentingkan pendidikan mereka. Mereka berbeda dengan anak remaja lainnya, mereka hanya bisa bermain dengan buku pelajaran dan mencari tambahan uang dengan berjualan pada saat bulan puasa.
Pendidikanlah yang membantu mengatasi penderitaan mereka. Alasan Iwan Setyawan menulis novel ini karena ketika menonton tv Dia melihat keponakannya kegirangan karena mempunyai Paman yang sukses dari situ akhirnya Iwan berinisiatif untuk menulis perjuangan Dia untuk mencapai kesuksesannya itu agar keponakannya tau bagaimana proses perjuangannya itu.

Sejak dari kecil Iwan sudah mempunyai banyak prestasi. Ketika SD selain mempunyai prestasi akademik ternyata Iwan juga mempunyai bakat terpendamnya yaitu dalam bidang menyanyi. Iwan pun pernah menjadi perwakilan dari sekolahnya dalam kompetisi menyanyi. Iwan pernah menang dalam lomba nyanyi solo di Kecamatan Batu. Iwan pun pernah mengikuti lomba cerdas cermat yang diadakan di TVRI Surabaya. Ketika SMP prestasi Iwan tidak menurun Dia selalu berada di ranking teratas di Sekolah. Karena ketekunan Iwan dalam belajar semakin meningkat. Ketika SMA Iwan pun mendapatkan Sekolah terfavorite dimana semua orang tua ingin menyekolahkan anak-anaknya. Iwan menjadi guru les private di sore hari setelah membersihkan rumah dan mengerjakan PR. Kesibukannya menjadi guru les private tidak menurunkan prestasinya Iwan selalu berada di ranking teratas di Sekolahnya dan Iwan pun mendapatkan PMDK atau SNMPTN di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan Jurusan Statistika. Ketika di Perguruan Tinggi pun Iwan tetap mendapatkan prestasi Dia merupakan lulusan terbaik fakultas MIPA IPB 1997 dari Jurusan Statistika.

Setelalah lulus dari IPB Iwan langsung mendapatkan pekerjaan bahkan beberapa minggu sebelum wisuda. Iwan bekerja selama tiga tahun di Jakarta sebagai data analis di Nielsen dan Danareksa Research Institute. Di perusahaan ini Iwan mulai melihat dunia luar. Iwan mulai berinteraksi dengan rekan-rekan kerja kantor Nielsen di luar negri, seperti Malaysia, Hong Kong, dan Singapura. Iwan pun mengikuti kursus bahasa pemrograman di Kuala Lumpur, Malaysia. Setelah menerima project dari Nielsen Singapura dan Hong Kong. Iwan diberi tawaran bekerja di New York sebagai data processing executive karena melihat ketekunan Iwan dalam bekerja yang tidak pernah putus asa. Setelah bekerja 10 tahun di New York dengan posisi terakhir sebagai Director, Internal Client Management di Nielsen Consumer Research akhirnya Iwan pun pulang ke Indonesia. Selanjutnya Iwan mendapat pekerjaan sebagai Director Marketing untuk enam Negara di Singapura tetapi hanya beberapa hari saja karena Iwan tidak betah dan memilih pulang ke Indonesia.

Kamis, 31 Maret 2016

Kebudayaan Masyarakat Jepang

Sebenarnya Saya tidak terlalu paham dengan Kebudayaan Masyarakat Jepang tetapi Saya ingat cerita tentang Masyarakat Jepang dari guru di SMA, guru yang pernah ke Jepang dan guru bahasa Jepang Saya.

Jepang yang biasa disebut Negara Matahari ini memiliki 4 jenis huruf dalam tulisan Jepang 
- Yang pertama itu ada huruf Hiragana, huruf ini merupakan huruf dasar untuk beajar bahasa Jepang.
-Yang kedua itu ada huruf Katakana, huruf ini untuk menuliskan kalimat-kalimat serapan dari bahasa asing, nama-nama kota, Negara di luar Jepang.
Contoh: Hansamunaハンサムな berasal dari kata Handsome. Handsome merupakan bahasa asing atau bahasa Inggris
- Yang ketiga itu ada huruf Kanji, untuk menulis hampir semua kalimat non serapan namun huruf kanji ini sangat sulit untuk dipelajari.
- Yang keempat itu ada huruf Romanji, huruf ini jarang digunakan biasanya digunakan untuk berkomunikasi dengan orang asing yang tidak mengerti huruf kanji, hiragana dan katakana.

Kehidupan sehari-hari Masyarakat Jepang
- Dari cara berpakaian, biasanya masyarakat Jepang menyesuaikan jenis pakaian sesuai dengan musim. Di Jepang ada 4 musim yaitu musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin. Pakaian tradisional masyarakat Jepang itu Kimono.


- Untuk tidur masyarakat Jepang menggunakan Kake futon 
Hasil gambar untuk kake futon

- Untuk mandi bukan hanya membersihkan diri tapi juga untuk menghangatkan tubuh. Biasanya masyarakat Jepang mandi pada malam hari dan pagi harinya tidak mandi lagi.
- Masyarakat Jepang sangat pekerja keras dan sangat menghargai waktu maka dari itu pekerja di Jepang sangat tepat waktu jika melakukan sesuatu. Menurut cerita yang Saya dengar ada sebuah restaurant di stasiun yang disediakan hanya meja saja tidak ada bangku ketika kita makan posisinya sambil berdiri dikarenakan untuk tidak ketinggalan kereta. 
- Masyarakat Jepang sangat memperhatikan kebersihan maka dari itu di Negara Jepang sangat bersih terhindar dari sampah yang bertaburan dimana-mana.

Sebenarnya banyak cara gaya hidup keseharian masyarakat Jepang yang sudah menjadi budaya di Jepang yang patut kita jadikan sebagai contoh seperti pekerja keras, menghargai waktu, sangat memperhartikan kebersihan, mandiri, hidup hemat, budaya baca, dan masih banyak lainnya. 

Saya meminta maaf apabila ada kesalahan.

Alasan memilih jurusan Teknik Industri

Awalnya Saya tidak terpikirkan untuk memilih jurusan Teknik Industri. Ada beberapa alasan mengapa akhirnya Saya memilih jurusan Teknik Industri, yaitu:

Pertama karena saran dari Orang tua, Kakak dan anggota keluarga yang lainnya.

Kedua, awalnya Saya tertarik dengan jurusan Management karena Saya pikir jurusan itu bisa membawa Saya untuk bekerja kantoran tetapi Saya di sarankan untuk tidak mengambil jurusan tersebut karena dulu ketika SMA Saya jurusan IPA kalau memilih jurusan Management sayang Ilmu yang saya dapat selama 3 tahun tidak digunakan dan sangat berbeda jauh apa yang Saya pelajari selama 3 tahun itu. Akhirnya Saya mencari tau di internet jurusan apa saja yang berhubungan dengan Management kemudian Saya mendapatkan dua jurusan yaitu
        1. Jurusan Kesehatan Masyarakat di salah satu Universitas Negri di Jakarta di jurusan itu nanti                 peminataannya salah satunya ada Management Asuransi Kesehatan dan masih banyak lagi
        2. Jurusan Teknik Industri 

Awalnya Saya bingung untuk memilih jurusan di antara kedua itu, akhirnya Saya memilih jurusan Kesehatan Masyarakat namun memang belum jodohnya, mungkin memang ini yang terbaik yang dikasih Tuhan Saya. Setelah Saya pikir-pikir ternyata memang ini yang terbaik karena Saya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi jika Saya masuk di jurusan Kesehatan karena Saya sangat lemah di pelajarin itu. Dan setelah banyak pertimbangan dan saran dari banyak orang akhirnya Saya memilih jurusan Teknik Industri.