Selasa, 13 Januari 2015

Belajar Efektif untuk Hadapi SBMPTN

Belajar Efektif untuk Hadapi SBMPTN
JAKARTA - Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2014 sudah dimulai. Jadwal ujian pun kian dekat. Namun, masih cukup waktu untuk terus belajar dan mempersiapkan diri.
Banyak siswa calon peserta SBMPTN 2014 yang mengikuti bimbingan belajar (bimbel). Tetapi, tidak sedikit juga yang mengandalkan dirinya untuk belajar menghadapi ujian penentuan kuliah ini.
Nah, supaya enggak kehilangan fokus saat belajar menghadapi SBMPTN, simak beberapa langkah berikut, seperti disitat dari About.com, Senin (19/5/2014).
1. Singkirkan gangguan
Bukan langkah tepat membiarkan handphone menyala selama waktu belajar, meski dalam mode getar. Sebab, begitu ada pesan singkat masuk, kamu akan tergoda membacanya. Kemudian, tanpa kamu sadari kamu sudah menghabiskan waktu untuk berbalas pesan.
Kamu enggak akan fokus jika belajar sambil chatting. Jadi, matikan handphone dan komputermu. Kemudian, berkonsentrasilah dengan buku yang sedang kamu pelajari.
Kamu bisa juga memasang tanda "jangan diganggu" di pintu kamar. Selama waktu belajar, buatlah dirimu susah dijangkau orang lain agar tetap fokus.
2. Antisipasi kebutuhan fisik
Jika kamu belajar berjam-jam, kamu akan merasa haus. Karena itu, ambillah minuman secukupnya sebelum mulai membuka buku. Boleh juga membawa cemilan sehat seperti buah. Kemudian, kenakan pakaian nyaman untuk belajar. Dan jika perlu, pergi dulu ke toilet.
Mengantisipasi kebutuhan fisik sebelum belajar akan membuatmu tetap berada di tempat belajar. Konsentrasi pun akan lebih terjaga.
3. Pilih waktu yang tepat 
Cari tahu, apakah kamu lebih konsentrasi belajar pada pagi, siang, sore atau malam hari. Pastikan ketika belajar, otakmu dalam keadaan prima dan tidak lelah. Kita akan sulit fokus jika sedang kelelahan.
4. Jauhkan gangguan internal
Terkadang faktor pengganggu justru datang dari dalam diri sendiri. Ketika pemikiran ini datang, terima mereka kemudian jauhkan dengan jawaban yang logis.
Misalnya, "Pakai baju apa ya untuk kencan dengan si dia?" Jawaban: "Gaun biru muda motif bunga dan sepatu flat tampaknya manis. Sekarang saya harus belajar."
Mungkin ini tampak konyol. Tetapi menjawab sendiri pertanyaan yang muncul akan membuat pemikiran-pemikiran yang mengganggu itu menjauh. JIka perlu, tuliskan di selembar kertas, kemudian cari pemecahan sederhananya dan lanjutkan belajar.
5. Bergerak
Cara ini cocok untuk kamu yang masuk tipe pembelajar kinestetik. Kamu bisa belajar sambil menggarisbawahi bagian penting di buku dengan pulpen, mencoret jawaban yang salah ketika berlatih menjawab soal ujian atau bermain dengan karet gelang dan bola tenis. Bahkan, kamu bisa berpikir sambil berlompat-lompat
6. Singkirkan pikiran negatif
Bagaimana mau fokus belajar jika kamu masih memiliki pemikiran negatif tentang kegiatan belajar itu sendiri? Berusahalah untuk membalikkan pemikiran negatif tersebut menjadi pemikiran positif. Dengan begitu, kamu akan mudah menyerap pelajaran.
Sumber : http://news.okezone.com/read/2014/05/17/560/986309/belajar-efektif-untuk-hadapi-sbmptn

Kisah dua siswa madrasah peraih emas Olimpiade Sains Nasional

Kisah dua siswa madrasah peraih emas Olimpiade Sains Nasional
Mahbub dan Ahmad Humaidi, peraih Olimpiade Sains Nasional. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejak duduk di bangku kelas XI Madrasah Aliyah Negeri (MAN), M Mahbub Syah sudah disiapkan sekolahnya untuk ikut serta dalam olimpiade sains. Dia mulai didaftarkan mulai dari tingkat sekolah hingga berhasil lolos ke tingkat nasional.

Perjuangan yang dilakukannya tidak sedikit, apalagi sekolahnya MAN 3 Malang sempat dipandang sebelah mata oleh Dinas Pendidikan setempat. Akan tetapi, keraguan itu terbantahkan dengan prestasi yang diberikannya.

"Ini pertama MAN 3 bisa ikut OSN, tahun-tahun sebelumnya enggak boleh ikut sama diknas. Sekali ikut perjuangan berat, soalnya digelar serentak. Lolos sembilan orang, tapi karena ada anggapan prestasi MAN tidak konsisten, diknas adakan ujian ulang khusus Malang. Dari 9 anak tinggal 4 anak," kenang Mahbub di Kementerian Agama, Jakarta, Senin (9/9).

Setelah lolos, ternyata perjuangan belum berhenti. Dengan dukungan dari sekolah, dia diberikan kompensasi agar fokus menghadapi OSN. Berbagai pelajaran yang diberikan pun ia peroleh dari guru-gurunya.

"Ketika dalam pelajaran jelang OSN, kami diberi waktu khusus untuk pelajari soal OSN. Pelajaran sekolah akan diganti di belakang, kami fokus di OSN. Setelah OSN baru kejar ketertinggalan dari awal. Alhamdulillah guru-guru bersedia memberi waktu tambahan," tambah siswi kelas XII ini.

Menjadi siswa pertama yang baru pertama kali terjun mewakili madrasah membuat sekolahnya tidak memiliki parameter untuk menentukan wakilnya. Mereka yang terpilih pun dinilai dari rekomendasi guru masing-masing mata pelajaran serta melihat motivasi siswa dalam mempelajarinya.

"Setelah terpilih, baru sekolah melaksanakan seleksi umum untuk cari anak yang penuhi kuota," tandasnya.

Setelah terpilih, dia dan ketiga rekannya dikirim untuk mengikuti karantina bersama perwakilan sekolah lainnya di Malang. Selama proses itu pula, dirinya menghadapi banyak kesulitan, yakni menjaga konsistensi dan konsentrasi sebelum menghadapi OSN.

Tak hanya berkonsentrasi pada OSN saja, fokus juga harus diberikannya agar prestasi serta nilai di sekolah tidak turun. Kondisi itu membuatnya beberapa kali melalui titik jenuh dan beberapa kali menyerah.

"Tapi, saya minta motivasi dari guru-guru, terus dari teman. Alhamdulillah mereka terus menyemangati saya agar saya bisa," ujarnya.

Dengan mengambil bidang geografi, usai melalui tes teori, ia dan rekannya ditugaskan untuk menganalisis peta dengan beberapa ketentuan yang diberikan panitia. Kemudian, dilanjutkan dengan membuat peta tata guna lahan dari area yang dilihatnya secara langsung.

Ternyata, kinerja dan semangatnya itu membuat panitia memberikan nilai yang lebih baik di banding lawan-lawannya. Dia pun berhasil menyabet emas di bidang geografi.

"Geografi itu ilmu yang komplit, selain fisik dan batuan, kita juga pelajari efek dan dampaknya pada manusia, dan bisa menyelesaikan masalah yang terjadi di sekitar kita," paparnya.


Mimpi ke luar negeri lewat jalur Olimpiade Sains Nasional


Salah satu peraih emas OSN adalah siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia, Ahmad Humaidi. Hasil emas ini makin membuatnya lebih semangat untuk bisa meraih prestasi di dunia internasional. Dia pun bercita-cita dapat berpergian ke luar negeri melalui prestasi yang dicapainya.

"Bagi saya, dapet emas itu awal dari perjuangan supaya ke olimpiade internasional. Ini bukan akhir, tapi permulaan karena ingin madrasah ke internasional," ungkap Humaidi di Kementerian Agama, Jakarta, Senin (9/9).

Motivasi itu muncul setelah Humaidi diterima masuk di MAN Insan Cendekia Gorontalo melihat kakak kelasnya berhasil dan lolos mengikuti perlombaan serupa di luar negeri. Dia pun terpacu untuk meneruskan jejaknya dengan bertanding mulai dari olimpiade sains tingkat kabupaten hingga nasional.

"Tahun 2012 saya berhasil lolos ke tingkat nasional walaupun belum dapat medali, sekarang ikut serta, alhamdulillah dapat emas, perlu waktu satu tahun mendapatkannya," ujarnya dengan bangga.

Menjelang keikutsertaannya di OSN 2013, kesulitan yang dihadapinya adalah memperoleh soal-soal sulit sebagai media untuk belajar. Namun, teknologi saat ini membuatnya tidak menemui banyak kesulitan, soal-soal yang diinginkan pun dengan mudah didapatnya melalui internet.

"Belajarnya mencari soal yang sulit. Saya cari dari internet, dan browsing," lanjut lelaki yang menggemari matematika ini.

Cara itu dilakukannya agar saat menghadapi soal teori dan praktek tidak banyak menemui kesulitan. Dari sejumlah soal yang dihadapinya, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada olimpiade justru memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi.
Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/kisah-dua-siswa-madrasah-peraih-emas-olimpiade-sains-nasional.html

Siswa Perbatasan Berprestasi Internasional

SAMARINDA – Terhitung empat siswa sekolah dasar  asal Kabupaten Nunukan telah mampu menorehkan prestasi di tingkat internasional atau di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Sekolah Dasar ASEAN atau ASEAN Primary School Sports Olympiad (APSSO) ke-5 di Yogyakarta pada 9-14 Oktober 2011 lalu.
“Empat atlet  dari Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur yang tergabung dalam timIndonesia II telah mampu  mengharumkan nama negeri ini dalam APSSO  ke-5 di Yogyakarta. Padahal, kabupaten di  utara Kaltim ini identik dengan daerah perbatasan dan pedalaman Kaltim yang serba tertinggal, namun  ternyata memiliki potensi olahragawan andal kelas internasional,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim.
Menurut dia, prestasi yang mampu ditorehkan siswa-siswi SD di kabupaten tersebut salah satu bukti pembangunan olahraga merata di daerah-daerah Kaltim. Walaupun berada jauh dari perkotaan bahkan berada di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, namun semangat membela daerah dan bangsa ini tetap tinggi.
Karenanya, atas prestasi yang telah diperoleh pelajar tersebut maka Pemprov Kaltim melalui Dinas Pendidikan Kaltim akan memberikan reward (penghargaan). Sebagai tanda terima kasih, sekaligus untuk memotivasi para pelajar Kaltim agar lebih giat lagi berlatih olahraga.
“Disdik Kaltim atas nama Pemprov Kaltim akan memberikan penghargaan bagi para siswa daerah yang mampu mengukir prestasi baik tingkat nasional maupun internasional. Seperti biasa untuk siswa berprestasi baik di cabang olahraga maupun ilmu pengetahuan kan diberikan penghargaan berupa uang pembinaan sekitar Rp25 juta per orang,” jelas Musyahrim.
Sementara itu Kepala Sekolah Dasar 001 Sebatik Barat sekaligus pelatih, Nurminari mengatakan Kaltim mengirimkan empat siswa SD 001 Kabupaten Nunukan mewakili Indonesia untuk mengikuti ajang APSSO  ke-5 di Yogyakarta.
“Empat siswa yang dikirimkan masing-masing Muhammad Ridwan dan Ferimus Api serta Melisa dan Monalisa (saudara kembar) telah mampu menyumbangkan satu emas dari cabang olahraga lempar turbo (throwing turbo) dan tiga perunggu yakni cabor lari (sprint), loncat (frog jump) dan formula 1 (lari rintangan),” ujar Nurminari.
Diakuinya, para siswa yang dikirimkan untuk mengikuti even olahraga internasional ini merupakan para juara atau pemenang pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2011 di Surabaya, Jawa Timur.
Ditambahkannya, pada ajang tersebut diikuti sepuluh negara anggota ASEAN, sedangkan Indonesia diwakili tiga provinsi masing-masing Indonesia I diwakili DKI Jakarta, Indonesia II diwakili Kalimantan Timur dan Indonesia III diwakili Nusa Tenggara Barat(NTB).
ASEAN Primary School Sports Olympiad (APSSO) ke-5 di Yogyakarta pada 9-14 Oktober 2011 diselenggarakan di Stadion Atletik dan Sepak Bola Universitas Negeri Yogyakarta diikuti negara-negara anggota ASEAN diantaranya MalaysiaBrunei Darussalam, Philipina dan Thailand.(yans/adv)

Sember : http://disdik.kaltimprov.go.id/read/news/2011/58/siswa-perbatasan-berprestasi-internasional.html

Raeni si Putri Tukang Becak `Pincut` Hati Anies Baswedan

Liputan6.com, Jakarta - Nama Raeni sudah sampai ke telinga Anies Baswedan. Keberhasilan putri tukang becak itu membuat pelopor gerakan Indonesia Mengajar itu ingin berkomunikasi secara langsung dengan Raeni. Apalagi Raeni ingin menjadi pendidik.

"Saya sudah bicara via telepon tadi," ujar Anies di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (12/6/2014).

Setelah berkomunikasi dengan Raeni, Anies baru mengetahui jika lulusan terbaik Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu sudah mengikuti tes masuk Indonesia Mengajar. Bahkan, Raeni bakal menghadapi ujian wawancara.

"Dia lagi tes Indonesia Mengajar. Dia sudah lolos fase pertama. Nanti akan fase kedua, direct assessment atau wawancara," tuturnya.

Meski Raeni tengah menjadi buah bibir, namun Anies menegaskan, jalannya ujian masuk akan berlangsung objektif. "Bisa masuk Indonesia Mengajar setelah lulus dulu, kami objektif," tutur Rektor Paramadina itu.

Putri kedua pasangan Mugiyono dan Sujamah selalu mendapat IPK cumlaude selama menimba ilmu di Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) Unnes. Selama kuliah, ia dikenal cerdas dan disiplin. Bahkan, berkali-kali menjuarai lomba dan memperoleh hadiah uang tunai, yang sebagian disisihkan untuk diberikan kepada orangtuanya, Mugiyono dan Sujamah.

Gadis kelahiran 13 Januari 1993 itu juga sangat aktif di kampus antara lain dengan menjadi Tenaga Laboratorium Asistenship Pendidikan Akuntansi FE Unnes dan Tenaga Laboratorium Asistenship Jurusan Pendidikan Ekonomi FE Unnes.

Ayahanda Raeni bekerja sebagai tukang becak yang setiap hari mangkal tak jauh dari rumahnya di Kelurahan Langenharjo, Kendal. Pekerjaan itu dilakoni Mugiyono setelah ia berhenti sebagai karyawan di pabrik kayu lapis. Sebagai tukang becak, diakuinya, penghasilannya tak menentu. 

Sekitar Rp 10-50 ribu. Karena itu, dia juga bekerja sebagai penjaga malam sebuah sekolah dengan gaji Rp 450 ribu per bulan. Meski dari keluarga kurang mampu, Raeni berkali-kali membuktikan keunggulan dan prestasinya. Penerima beasiswa Bidikmisi ini beberapa kali memperoleh indeks prestasi 4. 

Prestasi itu dipertahankan hingga ia lulus sehingga ia ditetapkan sebagai wisudawati terbaik dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,96. (Mut)
Sumber : http://news.liputan6.com/read/2062225/raeni-si-putri-tukang-becak-pincut-hati-anies-baswedan

Tips Ampuh Menjadi Siswa Berprestasi

Hallo sobat siswa dan orang tua siswa. Kali ini Matra Pendidikan akan mengetengahkan artikel opini tips ampuh menjadi siswa berprestasi di sekolah. Pembahasan ini sebenarnya kelanjutan dari tips meningkatkan prestasi belajar siswayang sudah diposting beberapa waktu lalu.

Menjadi siswa berprestasi  yang bagus di sekolah, kadang-kadang menjadi  hal  yang rumit untuk diwujudkan bagi sebagian siswa. Namun sebagian lagi tidak ambil pusing dengan hal ini. Yang penting dapat menjalani proses pembelajaran sebagaimana mestinya setiap hari.
tips,siswa,berprestasi
Apa tolok ukur siswa berprestasi? Tidak ada formulasi yang baku tentang hal ini. Siswa dikatakan berprestasi di sekolah apabila memperoleh hasil belajar yang sangat memuaskan. Benar! Tapi sangat memuaskan bagaimana? Ada juga yang mengelompokkan siswa berprestasi itu mampu meraih peringkat 10 besar. Ada pula yang mengatakan berprestasi itu sampai peringkat 3 besar. Atau bila siswa mampu meraih juara 1.  Semuanya benar!

Biasanya, siswa yang meraih juara 1 sampai 3 saat menerima rapor akan diumumkan oleh guru dan tampil ke depan siswa lainnya. Ada juga saat menerima rapor bersama orang tua sehingga siswa berprestasi tersebut tampil di podium bersama orang tuanya. Ini pastilah sangat membahagiakan siswa dan orang tuanya.

Bagi sobat yang pengin menjadi siswa berprestasi atau orang tua yang pengin anaknya berprestasi di sekolah, berikut ini dikemukakan tipsnya:

1.Membagi waktu dengan baik.
Seorang siswa harus bisa membagi waktunya dengan baik agar berprestasi di sekolah. Bisa membagi waktu antara belajar, bermain, membantu orang tua, istirahat, termasuk main facebook-an, twiter-an atau blogging bagi yang sudah terlanjur hobi berselancar di dunia maya.

2.Meminati semua mata pelajaran.
Kurang menyukai satu atau beberapa mata pelajaran di sekolah merupakan suatu kerugian bagi siswa yang ingin berprestasi. Mengapa? Otomatis nilai pada mata pelajaran ini juga kurang memuaskan sehingga mempengaruhi jumlah nilai semua mata pelajaran. Oleh sebab itu, sukai dan pelajari dengan sungguh-sungguh semua mata pelajaran. Jika ada mata pelajaran tertentu yang memang kurang disukai pelajari juga bagaimana meminati mata pelajaran tertentu.

3.Menunjukkan sikap dan prilaku baik.
Guru lebih cenderung akan tertarik kepada siswa yang bersikap dan berprilaku baik. Lumrah, kalau guru akan membenarkan saja jawaban siswa yang sedikit salah dalam ulangan karena sikap dan prilaku siswa yang baik. Guru tidak akan ‘pelit’ memberi nilai. Sikap dan tingkah laku siswa termasuk unsur penilaian dalam pendidikan.

4.Rajin mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah.
Kesalahan yang umum dilakukan siswa adalah kemalasan mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru. Pertama sekali yang dilihat guru adalah, apakah tugas yang diberikan ada dikerjakan siswa atau tidak. Guru belum melihat apakah yang dikerjakan siswa, benar atau salah. Nah, jika semuanya dikerjakan dan ternyata pekerjaan siswa benar, peluang emas bagi siswa untuk mendapat nilai yang memuaskan.

5.Aktif dalam kegiatan belajar.
Guru akan menandai siswa yang aktif dalam belajar di ruang kelas. Keaktifan siswa dalam belajar ditandai dengan aktivitas siswa, baik bertanya maupun menjawab pertanyaan lisan yang diajukan oleh guru.

6.Memiliki motivasi yang tinggi.
Untuk menjadi siswa berprestasi perlu adanya motivasi atau dorongan semangat yang tinggi untuk belajar dan meraih prestasi. Oleh sebab itu siswa perlu meningkatkanmotivasi belajar sendiri. Faktanya, jarang ada siswa yang rendah motivasi belajarnya akan mendapat juara di kelas.

7.Menguasai cara belajar yang efektif.
Siswa yang menguasai cara belajar efektif akan mudah untuk mencapai hasil belajar yang memuaskan. Termasuk di dalamnya bagaimana cara menghadapi ujian kenaikan kelas. Nilai ujian kenaikan kelas memiliki prosentase yang lebih besar dari unsur-unsur penilaian yang lain.

8.Taat beribadah.
Siswa yang taat beribadah kepada Allah SWT akan selalu berdoa untuk kesuksesan dirinya dalam menggapai hasil belajar yang baik. Mereka memiliki keterkaitan spiritual yang kuat dengan Yang Maha Kuasa.

Sumber : http://www.matrapendidikan.com/2013/09/tips-ampuh-menjadi-siswa-berprestasi_26.html

ATLET ASAL SMAN 1 CEPU MERAIH 2 MEDALI EMAS


Diposting pada: 2014-08-25, oleh : Admin, Kategori: Prestasi Siswa
Semarang, Atlet asal SMA N 1 Cepu membawa pulang 2 Medali emas di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung pada tanggal 12-16 Mei 2014. Aji kurnia Ramadhan siswa kelas X IPS ini membawa pulang emas pertama nya di nomor lari 1500m putra dengan catatan waktu 2 menit 08 detik, anak yang sering disapa Aji nggace ini juga berhasil kembali membukukan diri jadi yang tercepat dan membawa emas disesi lomba kedua dinomor lari 1500m dengan catatan waktu 4 menit 27 detik.Dari 4 siswa SMA N 1 Cepu yang dikirim ke POPDA JATENG, yaitu Aji Kurnia, Teguh Sugiarto, Ishak Dwi, dan Dimas Reinhart, Hanya Aji saja yang mampu menyumbangkan sekaligus 2 medali emas untuk Kontingen Kabupaten Blora. Prestasi ini menurut atlet asal kampungbaru kelurahan karangboyo ini adalah prestasi keduanya di Atletik setelah kejurda antar pelajar maret kemaren yang notabenya dia juga peraih medali emas di nomor 800m walaupun harus gagal di lari 2000m karena cidera. Informasi dari Pengcab. PASI Jawa Tengah, bahwa “hasil kejurda dan POPDA ini akan menjadi ajang seleksi untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja di akhir bulan Juni  mendatang”. Semoga dengan adanya pembinaan olahraga atletik di SMA N 1 Cepu akan menjadikan prestasi olahraga Atletik khususnya di Indonesia akan lebih maju.
- See more at: http://sman1cepu.sch.id/home/info-87-atlet-asal-sman-1-cepu-meraih-2-medali-emas.html#sthash.lJ7TvNJy.dpuf

Sumber : http://sman1cepu.sch.id/home/info-87-atlet-asal-sman-1-cepu-meraih-2-medali-emas.html

Selasa, 06 Januari 2015

Kegiatan di SMAN 106 JAKARTA

Demo Ekskul dari KIR 



Ketika pengambilan rapor


Kebersamaan di X2 (exocrush) 


Classmeet XI IPA 1 (Frosonext)



Kegiatan ekskul KIR