SAMARINDA – Terhitung empat siswa sekolah dasar asal Kabupaten Nunukan telah mampu menorehkan prestasi di tingkat internasional atau di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Sekolah Dasar ASEAN atau ASEAN Primary School Sports Olympiad (APSSO) ke-5 di Yogyakarta pada 9-14 Oktober 2011 lalu.
“Empat atlet dari Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur yang tergabung dalam timIndonesia II telah mampu mengharumkan nama negeri ini dalam APSSO ke-5 di Yogyakarta. Padahal, kabupaten di utara Kaltim ini identik dengan daerah perbatasan dan pedalaman Kaltim yang serba tertinggal, namun ternyata memiliki potensi olahragawan andal kelas internasional,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim.
Menurut dia, prestasi yang mampu ditorehkan siswa-siswi SD di kabupaten tersebut salah satu bukti pembangunan olahraga merata di daerah-daerah Kaltim. Walaupun berada jauh dari perkotaan bahkan berada di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, namun semangat membela daerah dan bangsa ini tetap tinggi.
Karenanya, atas prestasi yang telah diperoleh pelajar tersebut maka Pemprov Kaltim melalui Dinas Pendidikan Kaltim akan memberikan reward (penghargaan). Sebagai tanda terima kasih, sekaligus untuk memotivasi para pelajar Kaltim agar lebih giat lagi berlatih olahraga.
“Disdik Kaltim atas nama Pemprov Kaltim akan memberikan penghargaan bagi para siswa daerah yang mampu mengukir prestasi baik tingkat nasional maupun internasional. Seperti biasa untuk siswa berprestasi baik di cabang olahraga maupun ilmu pengetahuan kan diberikan penghargaan berupa uang pembinaan sekitar Rp25 juta per orang,” jelas Musyahrim.
Sementara itu Kepala Sekolah Dasar 001 Sebatik Barat sekaligus pelatih, Nurminari mengatakan Kaltim mengirimkan empat siswa SD 001 Kabupaten Nunukan mewakili Indonesia untuk mengikuti ajang APSSO ke-5 di Yogyakarta.
“Empat siswa yang dikirimkan masing-masing Muhammad Ridwan dan Ferimus Api serta Melisa dan Monalisa (saudara kembar) telah mampu menyumbangkan satu emas dari cabang olahraga lempar turbo (throwing turbo) dan tiga perunggu yakni cabor lari (sprint), loncat (frog jump) dan formula 1 (lari rintangan),” ujar Nurminari.
Diakuinya, para siswa yang dikirimkan untuk mengikuti even olahraga internasional ini merupakan para juara atau pemenang pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2011 di Surabaya, Jawa Timur.
Ditambahkannya, pada ajang tersebut diikuti sepuluh negara anggota ASEAN, sedangkan Indonesia diwakili tiga provinsi masing-masing Indonesia I diwakili DKI Jakarta, Indonesia II diwakili Kalimantan Timur dan Indonesia III diwakili Nusa Tenggara Barat(NTB).
ASEAN Primary School Sports Olympiad (APSSO) ke-5 di Yogyakarta pada 9-14 Oktober 2011 diselenggarakan di Stadion Atletik dan Sepak Bola Universitas Negeri Yogyakarta diikuti negara-negara anggota ASEAN diantaranya Malaysia, Brunei Darussalam, Philipina dan Thailand.(yans/adv)
Sember : http://disdik.kaltimprov.go.id/read/news/2011/58/siswa-perbatasan-berprestasi-internasional.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar