Rabu, 14 Desember 2016

Pendidikan Kewarganegaraan "Politik dan Strategi Nasional"

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang 
      Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berkedaulatan dan merdeka dimana bangsa yang merdeka tentunya akan mengatur urusan dalam negerinya sendiri tanpa ada campur tangan lagi dari negara luardalam urusan pemerintahan. Sejak peristiwa proklamasi di tahun 1945, terjadi perubahan yang sangat mendasar dari negara Indonesia, terutama yang berkaitan dengan kedaulatan dan sistem pemerintahan dan politik. Pada awal masa kemerdekaan, kondisi politik Indonesia belum sepenuhnya baik. Kondisi Indonesia masih belum tertata dengan baik dan belum stabil. Tetapi, setelah beberapa tahun berjalan kondisi internal Indonesia sudah mulai teratur dan membaik. Selamgkah demi selangkah Indonesia mulai membenahi dan mengatur sistem pemerintahannya sendiri.
     Di zaman yang serba modern dengan mulai lunturnya rasa nasionalisme banyak pemuda Indonesia yang tidak mengerti akan makna politik bebas aktif yang digunakan oleh Indonesia, dan tidak sedikit di antara mereka yang salah mengartikan makna politik bebas aktif tersebut. Oleh karena itu, akan membahas tentang Politik dan Strategi Nasional.

1.2 Rumusan Masalah
      Adapun rumusan masalahnya yaitu:
1. Apa yang dimaksud otonomi daerah?
2. Bagaimana implementasi dari politik dan strategi nasional?
3. Bagaimana keberhasilan dari politik dan strategi nasional?

1.3 Tujuan
      Untuk mengetahui apa itu otonomi daerah, bagaimana implementasi dari politik dan strategi nasional, bagaimana keberhasilan dari politik dan strategi nasional, sebagai salah satu persyaratan tugas Pendidikan Kewarganegaraan.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Otonomi Daerah
      Otonomi daerah di Indonesia adalah hak, wewenang dan kewajiban daerah otonomi untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Terdapat dua nilai dasar yang dikembangkan dalam UUD 1945 berkenaan dengan pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah di Indonesia, yaitu:
1.   Nilai Unitaris yang diwujudkan dalam pandangan bahwa Indonesia tidak mempunyai kesatuan pemerintahan lain di dalamnya yang bersifat negara ("Eenheidstaat") yang berarti kedaulatan yang melekat pada rakyat, bangsa dan negara Republik Indonesia tidak akan terbagi di antara kesatuan-kesatuan pemerintahan dan
2.   Nilai dasar Desentralisasi Teritorial dari isi dan jiwa pasal 18 UUD 1945 beserta penjelasannya sebagaimana tersebut di atas maka jelaslah bahwa pemerintah diwajibkan untuk melaksanakan politik desentralisasi dan dekonsentrasi di bidang ketatanegaraan.    
 
Dikaitkan dengan dua nilai dasar tersebut di atas, penyelenggaraan desentralisasi di Indonesia berpusat pada pembentukan daerah-daerah otonomi dan penyerahan sebagian kekuasaan dan kewenangan pemerintah pusat ke pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus sebagian kekuasan dan kewenangan tersebut. Adapun titik berat pelaksanaan otonomi daerah adalah pada Daerah Tingkat II (Dati II) dengan beberapa dasar pertimbangan

   1. Dimensi Politik Dati II dipandang kurang mempunyai fanatisme kedaerahan sehingga gerakan seperti separatisme dan peluang berkembangnya aspirasi federalis relatif minim

   2. Dimensi Administratif penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat relatif dapat lebih efektif

   3. Dati II adalah daerah "ujung tombak" pelaksanaan pembangunan sehingga Dati-II lah yang lebih tahu kebutuhan dan potensi rakyat di daerahnya.

Atas dasar itulah, prinsip otonomi yang dianut adalah:
1.   Nyata , otonomi secara nyata diperlukan sesuai dengan situasi dan kondisi obyektif di daerah
2.   Bertanggung Jawab, pemberian otonomi diselaraskan/diupayakan untuk memperlancar pembangunan di seluruh pelosok tanah air
3.   Dinamis, pelaksanaan otonomi selalu menjadi sarana dan dorongan untuk lebih baik dan lebih maju

2.2 Implementasi Politik dan Strategi Nasional
      Politik Nasional pada hakekatnya sama dengan Kebijakan Nasional sebagai landasan serta arah bagi penyusunan konsep strategi nasional. Dalam penyusunan politik nasional hal-hal yang perlu diperhatikan secara garis besar adalah kebutuhan pokok nasional yang meliputi masalah kesejahteraan umum dan masalah keamanan dan pertahanan negara.
     Oleh karena upaya untuk mewujudkan kebutuhan pokok nasional yang juga pada hakikatnya merupakan cita-cita dan tujuan nasional, dilakukan melalui pembangunan, maka politik nasional disebut politik pembangunan.

Implementasi Politik dan Strategi Nasional dalam bidang bidang pembangunan nasional
Garis-garis Besar Haluan Negara sebagai arah penyelenggaraan negara dan segenap rakyat Indonesia, kaidah pelaksanaannya sbb:
1.   Presiden menjalankan tugas penyelenggaraan negara, berkewajiban untuk mengarahkan semua potensi dan kekuatan pemerintahan dalam melaksanakan dan mengendalikan pembangunan nasional
2.   DPR, MA, BPK dan DPA berkewajiban melaksanakan GBHN sesuai dengan fungsi, tugas, dan wewenangnya berdasarkan UUD 1945  
3.   Semua lembaga tinggi negara berkewajiban menyampaikan laporan pelaksanaan GBHN dalam sidang tahunan MPR sesuai dengan fungsi, tugas, dan wewenangnya berdasarkan UUD 1945
4.   GBHN dalam pelaksanaan dituangkan dalam Program Pembangunan Negara Lima Tahun
5.   PROPENAS dirinci dalam Rencana Pembangunan Tahunan yang memuat APBN dan ditetapkan Presiden bersama DPR

2.3 Keberhasilan Politik dan Strategi Nasional
       Politik dan Strategi Nasional Indonesia akan berhasil dengan baik dan memiliki manfaat yang seluas-luasnya bagi peningkatan kesejahteraan dan kebahagiaan seluruh rakyat, jikalau para warga megara terutama para penyelenggara negara memiliki moralitas, semangat, serta sikap mental yang mencerminkan kebaikan yang mana nantinya menjadi panutan gati warganya.
        Dengan demikian ketahanan nasional Indonesia akan terwujud dan akan menumbuhkan kesadaran rakyat untuk bela negara, serta kesadaran nasionalisme yang tinggi namun bermoral Ketuhanan Yang Maha Esa serta Kemanusiaan yang adil dan beradab.


BAB III
PENUTUP


Kesimpulan 
     Otonomi daerah di Indonesia adalah hak, wewenang dan kewajiban daerah otonomi untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Politik Nasional pada hakekatnya sama dengan Kebijakan Nasional sebagai landasan serta arah bagi penyusunan konsep strategi nasional

Daftar Pustaka
- https://alfisatrianti.wordpress.com/2013/06/11/politik-dan-strategi-nasional-otonomi-daerah-implementasi-polstranas-dan-keberhasilan-polstranas/
- http://irwansahaja.blogspot.co.id/2014/07/makalah-politik-dan-strategi-nasional.html

Pendidikan Kewarganegaraan "KETAHANAN NASIONAL"

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
      Setiap bangsa sudah pasti mempunyai cita-cita yang ingin diwujudkan dalam hidup dan kehidupan nyata. Cita-cita itu merupakan arahan dan atau tujuan yang sebenar-benarnya dan mempunyai fungsi sebagai penentu arah dari tujuan nasionalnya. Namun demikian, pencapaian cita-cita dan tujuan nasional itu bukan sesuatu yang mudah diwujudkan karena dalam perjalanannya kearah itu akan muncul energi baik yang positif maupun negatif yang memkasa suatu bangsa untuk mencari solusi terbaik, terarah, konsisten, efektif dan efisien.
      Energi positif itu bisa muncul dari dua situasi kondisi yaitu dalam negri dan luar negri. Kedua situasi kondisi itu akan menjadi motor dan stimulan untuk membangun ketahanan nasional yang holistik dan komprehensif. Di sisi lain, energi negatif juga muncul dari dua stiuasi kondisi tadi, yang biasanya menjadi penghambat dan rintangan untuk membangun ketahanan nasional. Energi negatif biasanya muncul secara parsial tetapi tidak bisa dipungkiri dalam banyak hal merupakan suatu produk yang tersistem dan terstrukutur dengan rapi dalam sistem operasional yang memakan waktu lama.
      Energi positif tersebut dalam wacana biasanya disebut dengan daya dan upaya penguatan pembangunan suatu bangsa dalam rangka mencapai cita-cita dan tujuan nasional. Sementara itu, energi negatif cenederung untuk menghambat dengan tujuan akhir melemahkan bahkan menghancurkan suatu bangsa. 
      Kemampuan, kekuatan, ketangguhan dan keuletan sebuah bangsa melemahkan dan atau menghancurkan setiap tantangan, ancaman, rintangan dan gangguan itulah yang disebut dengan Ketahanan Nasional. Oleh karena itu, ketahanan nasioanal mutlak senantiasa untuk dibina dan dibangun serta ditumbuh kembangkan secara terus-menerus dengan simultan dalam upaya mempertahankan hidup dan kehidupan bangsa. Lebih jauh dari itu adalah makin tinggi tingkat ketahanan nasional suatu bangsa maka kuat pula posisi bangsa itu dalam pergaulan dunia.


1.2 Rumusan Masalah
      Adapun rumusan masalahnya yaitu:
1. Bagaimana pengaruh aspek ketahanan nasional pada kehidupan berbangsa dan bernegara?
2. Bagaimana keberhasilan ketahanan nasional Indonesia?

1.3 Tujuan
      Untuk mengetahui pengaruh aspek Ketahanan Nasional pada kehidupan berbangsa dan bernegara, untuk mengetahui Keberhasilan Ketahanan Nasional Indonesia dan sebagai salah satu persyaratan tugas Pendidikan Kewarganegaraan. 



BAB II
PEMBAHASAN 

2.1 Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional pada Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
       Sesungguhnya Ketahanan Nasional merupakan suatu gambaran dari kondisi sistem tata kehidupan nasional dalam berbagai aspek pada saat-saat tertentu. Tiap aspek didalam tata kehidupan nasional relative berubah menurut waktu, ruang dan lingkungan terutama pada aspek-aspek dinamis sehingga interaksinya menciptakan kondisi umum yang amat sulit dipantau, karena sangat kompleks. Dalam rangka memahami dan membina tata kehidupan nasional itu, perlu suatu pemyederhanaan tertentu dari berbagai aspek kehidupan nasional, dalam bentuk model yang merupakan hasil pemetaan dari keadaan nyata, melalui suatu kesepakatan dari hasil analsis yang mendalam yang didasarkan oleh teori hubungan manusia dengan Tuhan, dengan manusia atau masyarakat dan dengan lingkungan sekitar. 
Berdasarkan pemahaman tentang hubungan tersebut diperoleh gambaran bahwa konsepsi Ketahanan Nasional akan menyangkut hubungan antar-aspek yang mendukung kehidupan, yaitu:
1. Pengaruh aspek Ideologi 
     Ideologi adalah suatu sistem nilai yang merupakan ajaran yang memberikan motivasi. Secara teori, suatu ideologi bersumber dari suatu aliran pikiran atau falsafah pelaksanaan dari sistem itu sendiri. Ideologi besar yang ada di dunia adalah 

    a. Liberalisme
        Aliran pikiran yang bersifat perorangan atau disebut individualistik. Menurut aliran ini, kepentingan harkat dan martabat manusia, dijunjung tinggi sehingga masyarakat tiada lebih dari jumlah orang anggotanya saja tanpa ikatan nilai tersendiri. Hak dan kebebasan seseorang dibatasi oleh hak yang sama yang dimiliki sesame, bukan oleh kepentingan masyarakat seluruhnya.

    b. Komunisme
         Aliran beranggapan bahwa suatu Negara adalah susunan golongan untuk menindas kelas lain. Kelas atau golongan ekonomi kuat menindas ekonomi yanh lemah. 

    c. Paham Agama
        Negara membina kehidupan keagamaan umat dengan sifat spiritual religius. Dalam bentuk lain Negara melaksanakan hukum atau ketentuan agama dalam kehidupan dunia, Negara berdasarkan agama. 
  
2. Pengaruh aspek Politik
    Politik berasal dari kata "Politics" dan atau "Policy" artinya berbicara politik akan mengandung makna kekuasaan (pemerintahan) atau juga kebijaksanaan. Pemahaman itu berlaku di Indonesia dengan tidak memisahkan antara politics dan policy sehingga kita menganut satu paham yaitu politik. Politik di Indonesia harus dapat dilihat dalam konteks Ketahanan Nasional ini yang meliputi 2 bagian utama, yaitu:

        a. Politik dalam Negri
            Politik dalam Negri merupakan politik dan kenegaraan berdasarkan pancasila dan UUD 1945 yang mampu menyerap aspirasi dan dapat mendorong pastisipasi dalam suatu sistem yang unsur-unsurnya terdiri dari struktur politik, proses politik, budaya politik dan komunikasi politik.

        b. Politik Luar Negri
             Politik Luar Negri adalah satu sarana pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan antar bangsa. Politik luar negri Indonesia di dasari pada pembukaan UUD 1945 yakni melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial serta anti penjajahan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. 

2. Pengaruh Aspek Ekonomi
    Perekonomian adalah salah stau aspek kehidupan naisonal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat, meliputi produksi, distribusi serta konsumsi barang dan jasa. Usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara individu maupun kelompok serta cara-cara yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat untuk memenuhi kebutuhan. Sistem perekonomian yang dianut oleh suatu Negara akan memberi corak dan warna terhadap kehidupan perekonomian dari Negara itu. 

3. Pengaruh aspek sosial budaya
    Istilah sosial budaya mencakup dua segi utama kehidupan bersaman manusia yaitu segi sosial dimana manusia demi kelangsungan hidupnya harus mengadakan kerja sama dengan manusia lainnya. Sementara itu segi budaya merupakan keseluruhan tata nilai dan cara hidup dalam tingkah laku dan hasil tingkah lakunya. 

4. Pengaruh aspek pertahanan dan keamanan 
    Pertahanan dan kemanana Indonesia adalah kesemestaan daya upaya seluruh rakyat Indonesia sebagai satu sistem pertahanan dan keamanan dalam memepertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup dan kehidupan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pertahanan dan keamanan dilaksanakan dengan menyusun, mangarahkan dan menggerakan seluruh potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat di seluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi yang diadakan oleh pemerintah dan negara Indonesia dengan TNI dan polri sebagai inti pelaksana.   

2.2 Keberhasilan Ketahanan Nasional Indonesia
      Keberhasilan yang diperoleh dari Ketahanan Nasional yaitu:
1.   Memiliki semngat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang berupa keuletan dan ketangguhan yang tidak mengenal menyerah yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi segala ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam,  untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara, serta perjuangan mencapati tujuan nasional.

2.   Sadar dan peduli terhadap pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideolohi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan sehingga setiap warga negara Indonesia baik secara individu  maupun kelompok dapat mengeliminir pengaruh tersebut, karna bangsa Indonesia cinta damai akan tetapi lebih cinta kemerdekaan. Hal itu tercermin akan adanha kesadaran bela negara dan cinta tanah air. 

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
      Ketahanan Nasional merupakan suatu gambaran dari kondisi sistem tata kehidupan nasional dalam berbagai aspek pada saat-saat tertentu

Daftar Pustaka
- Muchji, Achmad, dkk. 2007. Pendidikan Kewaganegaraan. Jakarta : Universitas Gunadarma
- https://faisalarifsandi.wordpress.com/2015/05/29/pengaruh-dan-keberhasilan-ketahanan-nasional-indonesia/
- https://kumpulansebuahskripsi.blogspot.co.id/2014/11/contoh-makalah-pkn-tentang-ketahanan.html